Kisah Penting Yang Perlu Diketahui Muslim & Muslimah




      Assalamu'alaikum, Hai kawan ,ni ada kabar menarik yang nyesel kalau nggak baca dari awal sampai akhir, ini saya dapat dari blog tetangga n' alhamdulillah isinya menarik dan bagus untuk para muslim dan muslimah,silahkan di baca,semoga dapat di mengerti dan dan di pahami,, 
 Ada satu hal yang spesial dimiliki oleh agama islam.
      Namanya bisyarah. Bukan nama orang. Bisyarah merupakan suatu kejadian yang pasti akan terjadi di masa yang akan datang, tapi hanya diketahui oleh Allah dan Rasul. Sebagai manusia biasa-biasa saja seperti kita pasti penasaran kan dengan masa depan. Nah, sungguh baiknya Allah dan Rasul itu karena mau menyampaikan hal-hal yang akan terjadi di masa depan kepada manusia lain.
      Beda dengan ramalan. Bisyarah sudah pasti 100% valid, karena sumbernya ialah Yang Maha Menciptakan Hidup. Sehingga jika ada berita-berita tentang masa depan tapi kok tidak ada sumber dalil maupun sunah, maka dipastikan itu hanya ramalan sesat. Kok sesat? Karena ramalan itu berpotensi syirik. Ulasan mengenai ramal meramal bisa Anda simak di artikel ini.
     Contoh bisyarah, misalnya, banyak sekali dalil Al Quran yang mendeskripsikan bagaimana situasi surga. Sungai-sungai mengalir. Airnya ketika diminum rasanya lebih lezat daripada susu kental manis. Pohon-pohon rindang berbuah lezat dengan buah yang bisa langsung dipetik pake tangan. Bidadari-bidadari cantik dan rupawan dimana-mana yang melebihi indahnya bulan purnama. Semua itu benar, memang seperti itulah surga jika esok kita terpilih oleh Nya sebagai penghuni surga, aamiin.
     Namun bukan itu bisyarah yang ingin ditekankan kali ini, melainkan bisyarah dari Rasulullah saw yang mungkin belum banyak umat muslim yang tau.
     Perlu tau banget, pada jaman Rasulullah dunia ini hanya terbagi menjadi dua wilayah negara yang besar, yaitu persia, dan romawi.
     Sedangkan Rasul sendiri berada di Madinah. Sebuah wilayah kecil yang letaknya berada di antara dua raksasa Persia dan Romawi.
     Sehingga, jika pada saat itu ditanya manakah kota yang paling megah. Maka jawabnya adalah kota Konstantinopel yang ada di Persia, kemudian kota Romawi yang ada di Roma. Sayangnya, kedua kota tersebut jelas belum menjadi kota muslim. Keduanya masih nasrani. Kota nasrani, tapi memiliki keindahan yang tak ternilai di dunia. Konstantinopel memiliki jumlah gereja yang melebihi jumlah hari dalam setahun. Salah satu gereja yang paling megah ialah gereja Ayasofya. Konon katanya, orang yang masuk ke dalam gereja tersebut dia akan sulit membedakan apakah dia masih di dunia atau di surga, sebab dia terlalu kagum dengan keindahan gereja tersebut. Sedangkan Roma, merupakan kota bukti sejarah Romawi.
    Dari Abdullah bin Amru bin Ash, bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah untuk menulis, beliau SAW ditanya tentang kota manakah yang akan runtuh terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma. Rasulullah SAW menjawab “Kota Herakluis terlebih dahulu” (maksudnya Konstantinopel). HR Ahmad.
     Hadits di atas diceritakan bahwa saat itu kota Madinah sedang kedatangan tamu perang sebanyak 10.000 pasukan yang datang dengan niat untuk menaklukan kota Madinah. Sedangkan pasukan kota Madinah sendiri, yang dipimpin oleh Rasulullah, hanya sebanyak 3000 pasukan. Oleh karena itu, pasukan Rasul bisa dikatakan sedang dalam keadaan genting-gentingnya. Di saat keadaan sulit seperti itu, ada salah seorang pasukan Madinah yang bertanya kepada Rasul, bahwa sebenarnya kota mana duluan sih yang akan kita taklukan, Konstantinopel atau Roma?
     Nah, sedang sulit-sulitnya bertahan mengahadapi 10.000 pasukan, kok malah ada yang ngomongin dua kota terbesar di dunia. Maka tertawalah pasukan-pasukan lainnya yang menganggap bahwa orang itu sudah tidak waras. Akan tetapi, seperti pada Hadits di atas,
    Rasulullah menjawab bahwa kota Herakluis yang akan terlebih dulu ditaklukan.” Rasulullah pun menambahkan bahwa, panglima yang menaklukan kota Konstantinopel, ialah panglima terbaik di dunia, pemuda terbaik, pemimpin terbaik.
    Maka setelah itu, banyak panglima-panglima perang muslim yang berupaya untuk menaklukan Konstantinopel. Bagaimana tidak bersemangat? Jelas sudah bahwa apa pun yang dikatakan Rasul itu selalu benar akan terjadi, Konstantinopel pasti akan takluk, tinggal siapa nih panglima perangnya yang berhasil. Apalagi Rasulullah memberi penghargaan bahwa panglima yang berhasil menaklukan itu berarti dia panglima terbaik di dunia. Mana manusia yang tidak mau dianggap pemuda terbaik oleh Rasulullah.
    Namun Konstantinopel pun tidak semudah itu dijadikan sebagai bahan percobaan penaklukan oleh panglima-panglima perang. Mereka yang gagal menaklukan ialah:
    Abu Ayyub al-Anshari (674), beliau seorang kakek berusia 80 tahun. Beliau telah berjanji kepada Rasul akan menaklukan Konstantinopel. Sehingga beliau pun ikut berangkat bersama Muawiyah untuk berangkat ke Konstantinopel untuk berperang, walaupun sebelumnya telah dilarang karena faktor usia. Alhasil, beliau pun meninggal. Kemudian dimakamkan tepat di depan tembok konstantinopel sebab beliau ingin mendengar gemericik pedang dan langkah kaki pasukan kuda dari penglima penakluk konstantinopel kelak.
   Maslamah bin Abdul Malik (712), yang telah membawa 180.000 pasukan, tapi gagal juga. Khalifah Harun al Rasyid (811), panglima yang sangat kaya raya. Tidak juga berhasil. Sultan Beyazid I (1396) dan Sultan Murad II (1422), keduanya adalah panglima perang yang hebat, namun gagal juga.
   Hingga tiba saatnya, lahir seorang pemuda bernama Muhammad Al Fatih. Beliau mengetahui tentang hadits mengenai penaklukan kota Konstantinopel dan Romawi. Selain itu pula, ayah dari Muhammad Al Fatih, juga merupakan seorang panglima yang berusaha menaklukan kota itu, tetapi gagal.
   Muhammad Al Fatih yang ingin melanjutkan pejuangan ayahnya, sekaligus karena adanya dorongan-dorongan dari lingkungan, beliau berkeyakinan akan menaklukan Konstantinopel. Persiapan memang harus dilakukan jauh-jauh hari. Beliau pun “memantaskan diri” menjadi “Panglima perang terbaik”. Ketika berusia 16 tahun, Muhammad Al Fatih sudah mampu menguasai 8 bahasa dunia untuk memudahkan komunikasi dalam strategi perang. Dan yang luar biasa, mulai dari setelah baligh sampai beliau meninggal, Muhammad Al Fatih tidak pernah meninggalkan sholat Rawatib dan Tahajud.
   Singkat cerita, 1453, Muhammad Al Fatih yang saat itu baru berusia 21 tahun, beserta pasukannya berhasil menaklukan kota Konstantinopel. Dengan mengerahkan seluruh usaha dan kreativitas perangnya tentunya. Saya beri cuplikan ending perangnya saja, pasukan Muhammad Al Fatih sampai mengangkat kapal perang mereka naik ke atas gunung, kemudian melewati gunung, agar dapat sampai ke titik wilayah Konstantinopel yang lemah pertahanannya.
   Ide seperti itu tentunya tidak akan muncul begitu saja, namun melalui munajat doa dan usaha yang sungguh-sungguh. Pada akhirnya, gereja Ayasofya yang keindahannya disamakan dengan surga tersebut berhasil diubah menjadi masjid oleh Muhammad Al Fatih.


   Mengapa saya singkat kisah petempuran Muhammad Al Fatih menaklukan konstantinopel? Sebab yang ingin saya tekankan pada artikel ini bukan itunya.
   Dalam hadits tersebut, disebutkan bahwa Konstantinopel dan Roma keduanya akan takluk oleh umat muslim. Konstantinopel sudah berhasil ditaklukan oleh Muhammad Al Fatih. Namun ketika beliau akan melanjutkan pertempuran menuju Romawi, beliau meninggal karena diracun oleh seorang ahli kesehatan.
  Jika kita sebagai umat muslim percaya pada bisyarah hadits tersebut, maka sesungguhnya suatu saat nanti kota Roma pun juga akan kita taklukan. Kita, sebagai muslim.
   Jika kota Konstantinopel dulu berhasil ditaklukan dengan pertempuran, maka Roma kelak akan ditaklukan oleh umat muslim tanpa pertumpahan darah.
  Jangan menunggu siapa nanti orang yang akan berhasil menaklukan Roma, karena semua umat muslim memiliki kesempatan untuk itu. Kalau kita bisa mengupayakan, mengapa tidak kita? Dengan ilmu pengetahuan mungkin.
  Saya sendiri pernah mendengar sebuah ceramah, topiknya tentang pendidikan islam cara Rasulullah kepada anak-anak kecil. Intinya, bangsa Indonesia yang mengaku sebagai negara muslim ini kebanyakan malah tidak menerapkan prinsip seperti itu. Misalnya, kebanyakan sekarang kita temui anak-anak yang ketika kecil sudah banyak dilarang oleh orang tuanya. Dikit-dikit tidak boleh. Bermain tidak boleh. Hal-hal seperti itu, mungkin bagi orang tua adalah sesuatu yang tidak penting. Bermain itu Cuma bikin capek, ntar sakit, menurut orang tua seperti itu. Tapi menurut anak-anak, itu adalah hak mereka. Seorang anak yang biasa dilarang ketike kecil, maka ketika dewasa mereka justru akan melakukan hal-hal yang dilarang itu. Dan tentu itu sifatnya lebih berbahaya. Dilarang bermain ketika kecil?? Ketika dewasa, mereka pun bermain-main. Bisa bermain uang alias korupsi, atau bermain-main lainnya. Berbahaya bukan? Rasul tidak mendidik seperti itu. Rasul tidak pernah melarang, tetapi mengarahkan. Bahkan justru ikut-ikutan bermain. Bisa dibayangkan, pak Susilo Bambang Yudhoyono kalau disuruh merapikan mainan anak-anak yang tersebar di lantai mau tidak ya. Soalnya Nabi Muhammad SAW orang terbaik di dunia sepanjang masa saja mau melakukan yang begitu-begitu. Tidak nyuruh pembantu atau lainnya, tapi Rasul merapikan mainan anak-anak dengan tangan sendiri.
   Nah, kabarnya, banyak negara-negara di Eropa yang secara diam-diam kepo cara pendidikan islami Rasulullah. Mereka pun menerapkan cara-cara demikian. Akibatnya tentu bisa diduga, mana ada cara Rasul yang kalau diterapkan dampaknya jelek. Jelas hasilnya menjadi baik dan bermartabat. Negara tersebut adalah Prancis dan Italia.
   Lebih jauh lagi, kita semua tau bahwa Italia ibukota negara ada di Roma. Sedangkan Roma sendiri, merupakan salah satu kota dalam hadits yang suatu saat akan ditaklukan umat muslim setelah Konstantinopel, dengan tanpa pertumpahan darah. Jadi saya pun berpikir, mungkin ini sudah merupakan sebuah petunjuk-petunjuk penaklukan kota Roma oleh umat muslim.
   Intinya adalah, kita dilahirkan sebagai muslim. Seorang muslim, salah satu nikmat yang harus dia syukuri adalah kemuslimannya itu. Kita memiliki agama yang sempurna. Nah bagaimana dengan mereka yang non muslim? Itulah tugas kita yang harus menyampaikan kepada mereka mana yang benar-benar “benar”. Kata “menaklukan” kota disini penafsirannya luas. Bisa juga berarti bersyiar. Ketika kedua kota terbesar di dunia, Konstantinopel dan Roma, sudah berlandaskan Allah swt, niscaya pasti perdamaian dunia sangat mungkin terwujud. Mari kita mengerahkan akal pikiran kita untuk bersyiar pada kota Roma. Mari kita menjadi muslim terbaik yang telah Rasulullah sebutkan dalam hadits beliau tersebut.

Gimana kawan kisahnya,barakallah,
Tunggu informasi lain y,,


Sumber : http://dinarmagzz.blogspot.com/2013/12/sebuah-hal-penting-yang-harus-diketahui.html

Goresan Kecilku Untuk Kalian


 Hai saya Fawwaz,sebelumnya Saya  berterima kasih pada kalian yang telah menyempatkan mengunjungi blog baru saya yang berjudul ilmu allah,,Ini merupakan hal yang berarti bagi saya , bukan karena keuntungan materi semata,tetapi lebih sebagai suatu bentuk penyampaian dan nasehat  atas sebuah pengetahuan yang lahir melalui proses yang tentu nya tidak mudah,saya menyadari sebagai manusia biasa saya memeliki banyak kekurangan oleh karena itu saya mengajak kalian semua untuk menggali, menyelami mengkaji mempelajari secara bersama agar dapat mengerti dan memahami serta mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang akan kita hadapai  di depan ,saat ini saya sedang berada di tengah pintu gerbang untuk menuju ke suatu dimensi yang baru ,dunia yang baru ,semangat yang baru untuk memulai sebuah era baru dalam kehidupan dan perjalanan saya   sebagi seorang pelajar,di awali dengan luapan peasaan yang tertuang dalam blog ini emosi,naluri serta pemikiran tentang bagaiman saya harus bisa bertahan dalam derasnya dunia dan juga kerasnya kehidupan ini, ini adalah sebuah pesan ,adalah intusisi,adalah infensi,proses dimana ide ide baru mulai muncul dan dikembangkan untuk mencapai tujuan seperti rahasia aliran sungai yang mengalir menuju kepada ketinggian untuk menggapai mimpinya,namunm saya dan karena alasan inilah mengapa kita harus memliki niat yang besar ,niat yang dibangun sebagai bentuk pertahanan sekaligus sebagai wujud perlawanan kita untuk menyambut perubahan di era baru masa depan , pertanyaanya siapkah kalian menerima perubahan,perubahan yang lebih besar, ,perubahan yang lebih beda dari sebelumnya,karena setiap perubahan itu adalah penting,berangkat dari proses,ber proses, menuju proses selanjutnya.


Thanks For Mr.b & Mr.LD



Tahukah Kamu Tentang Agama Islam ??




Islam Kah kamu kawan ?? kalau kamu emang bener islam dasarnya apa ?? mengapa kamu Islam ??
Nah Kali ini kita akan membahas tentang Agama Islam,, yuk simak goresan berikut.
Agama Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan agama inilah Allah menutup agama-agama sebelumnya. Allah telah menyempurnakan agama ini bagi hamba-hambaNya. Dengan agama Islam ini pula Allah menyempurnakan nikmat atas mereka. Allah hanya meridhoi Islam sebagai agama yang harus mereka peluk. Oleh sebab itu tidak ada suatu agama pun yang diterima selain Islam.
Allah ta’ala berfirman,

مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيماً
“Muhammad itu bukanlah seorang ayah dari salah seorang lelaki diantara kalian, akan tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para Nabi.” (QS. Al Ahzab: 40)
Allah ta’ala juga berfirman,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً
“Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan Aku telah cukupkan nikmat-Ku atas kalian dan Aku pun telah ridha Islam menjadi agama bagi kalian.” (QS. Al Maa’idah: 3)
Allah ta’ala juga berfirman,

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللّهِ الإِسْلاَمُ
“Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran: 19)
Allah ta’ala berfirman,

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Dan barang siapa yang mencari agama selain Islam maka tidak akan pernah diterima darinya dan di akhirat nanti dia akan termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Ali ‘Imran: 85)
Allah ta’ala mewajibkan kepada seluruh umat manusia untuk beragama demi Allah dengan memeluk agama ini. Allah berfirman kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعاً الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ يُحْيِـي وَيُمِيتُ فَآمِنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
“Katakanlah: Wahai umat manusia, sesungguhnya aku ini adalah utusan Allah bagi kalian semua, Dialah Dzat yang memiliki kekuasaan langit dan bumi, tidak ada sesembahan yang haq selain Dia, Dia lah yang menghidupkan dan mematikan. Maka berimanlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya seorang Nabi yang ummi (buta huruf) yang telah beriman kepada Allah serta kalimat-kalimat-Nya, dan ikutilah dia supaya kalian mendapatkan hidayah.” (QS. Al A’raaf: 158)

Di dalam Shahih Muslim terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan dari jalur Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda yang artinya, “Demi Zat yang jiwa Muhammad berada di tangannya. Tidaklah ada seorang manusia dari umat ini yang mendengar kenabianku, baik yang beragama Yahudi maupun Nasrani lantas dia meninggal dalam keadaan tidak mau beriman dengan ajaran yang aku bawa melainkan dia pasti termasuk salah seorang penghuni neraka.”

Hakikat beriman kepada Nabi adalah dengan cara membenarkan apa yang beliau bawa dengan disertai sikap menerima dan patuh, bukan sekedar pembenaran saja. Oleh sebab itulah maka Abu Thalib tidak bisa dianggap sebagai orang yang beriman terhadap Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam walaupun dia membenarkan ajaran yang beliau bawa, bahkan dia berani bersaksi bahwasanya Islam adalah agama yang terbaik.

Agama Islam ini telah merangkum semua bentuk kemaslahatan yang diajarkan oleh agama-agama sebelumnya. Agama Islam yang beliau bawa ini lebih istimewa dibandingkan agama-agama terdahulu karena Islam adalah ajaran yang bisa diterapkan di setiap masa, di setiap tempat dan di masyarakat manapun. Allah ta’ala berfirman kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقاً لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِناً
“Dan Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab dengan benar sebagai pembenar kitab-kitab yang terdahulu serta batu ujian atasnya.” (QS. Al Maa’idah: 48)
Maksud dari pernyataan Islam itu cocok diterapkan di setiap masa, tempat dan masyarakat adalah dengan berpegang teguh dengannya tidak akan pernah bertentangan dengan kebaikan umat tersebut di masa kapan pun dan di tempat manapun. Bahkan dengan Islamlah keadaan umat itu akan menjadi baik. Akan tetapi bukanlah yang dimaksud dengan pernyataan Islam itu cocok bagi setiap masa, tempat dan masyarakat adalah Islam tunduk kepada kemauan setiap masa, tempat dan masyarakat, sebagaimana yang diinginkan oleh sebagian orang.

Agama Islam adalah agama yang benar. Sebuah agama yang telah mendapatkan jaminan pertolongan dan kemenangan dari Allah ta’ala bagi siapa saja yang berpegang teguh dengannya dengan sebenar-benarnya. Allah ta’ala berfirman,

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
“Dia lah Zat yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa Petunjuk dan Agama yang benar untuk dimenangkan di atas seluruh agama-agama yang ada, meskipun orang-orang musyrik tidak menyukainya.” (QS. Ash Shaff: 9)
Allah ta’ala berfirman,

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئاً وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
“Allah benar-benar telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman serta beramal salih diantara kalian untuk menjadikan mereka berkuasa di atas muka bumi sebagaimana orang-orang sebelum mereka telah dijadikan berkuasa di atasnya. Dan Allah pasti akan meneguhkan bagi mereka agama mereka, sebuah agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka peluk. Dan Allah pasti akan menggantikan rasa takut yang sebelumnya menghinggapi mereka dengan rasa tenteram, mereka menyembah-Ku dan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apapun. Dan barangsiapa yang ingkar sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An Nuur: 55)

Agama Islam adalah ajaran yang mencakup akidah/keyakinan dan syariat/hukum. Islam adalah ajaran yang sempurna, baik ditinjau dari sisi aqidah maupun syariat-syariat yang diajarkannya:
Islam memerintahkan untuk menauhidkan Allah ta’ala dan melarang kesyirikan.
Islam memerintahkan untuk berbuat jujur dan melarang dusta.
Islam memerintahkan untuk berbuat adil dan melarang aniaya.
Islam memerintahkan untuk menunaikan amanat dan melarang berkhianat.
Islam memerintahkan untuk menepati janji dan melarang pelanggaran janji.
Islam memerintahkan untuk berbakti kepada kedua orang tua dan melarang perbuatan durhaka kepada mereka.
Islam memerintahkan untuk menjalin silaturahim (hubungan kekerabatan yang terputus) dengan sanak famili dan Islam melarang perbuatan memutuskan silaturahim.
Islam memerintahkan untuk berhubungan baik dengan tetangga dan melarang bersikap buruk kepada mereka.
Secara umum dapat dikatakan bahwasanya Islam memerintahkan semua akhlak yang mulia dan melarang akhlak yang rendah dan hina. Islam memerintahkan segala macam amal salih dan melarang segala amal yang jelek. Allah ta’ala berfirman,

إِنَّ اللّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاء ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
“Sesungguhnya Allah memerintahkan berbuat adil, ihsan dan memberikan nafkah kepada sanak kerabat. Dan Allah melarang semua bentuk perbuatan keji dan mungkar, serta tindakan melanggar batas. Allah mengingatkan kalian agar kalian mau mengambil pelajaran.” (QS. An Nahl: 90)

Semoga kita bisa saling mengingatkan antar sesama sebagai seorang muslim ,, barakallah kawan,
masih bingung kah ?? tnyanya lewat komentar aja y kawan,,
sampai jumpa di post berikutnya,,

***
Diterjemahkan dari Syarh Ushul Iman, hal. 5-8, Penerbit Darul Qasim
Penulis: Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah
Diterjemahkan oleh: Abu Muslih Ari Wahyudi
Sumber : www.muslim.or.id

Apa Arti Sebenarnya Dari Agama ??




  
 Tidak mudah mendefinisikan agama, apalagi di dunia ini kita menemukan kenyataan bahwa agama amat beragam. Pandangan seseorang terhadap agama, ditentukan oleh pemahamannya terhadap ajaran agama itu sendiri.

Apakah manusia dapat melepaskan diri dari agama?" Atau, "Adakah alternatif lain yang dapat menggantikannya?"

Dalam pandangan Islam, keberagamaan adalah fithrah (sesuatu yang melekat pada diri manusia dan terbawa sejak kelahirannya):

"Fitrah Allah yang menciptakan manusia atas fitrah itu"
(QS Ad-Rum [30] : 30)

Ini berarti manusia tidak dapat melepaskan diri dari agama. Tuhan menciptakan demikian, karena agama merupakan kebutuhan hidupnya. Memang manusia dapat menangguhkannya sekian lama --boleh jadi sampai dengan menjelang kematiannya. Tetapi pada akhirnya, sebelum ruh rmeninggalkan jasad, ia akan merasakan kebutuhan itu. Memang, desakan pemenuhan kebutuhan bertingkat-tingkat. Kebutuhan manusia terhadap agama dapat ditangguhkan, tetapi tidak untuk selamanya.

Tadinya manusia menjadikan "hati nurani" sebagai alternatif pengganti agama. Namun tidak lama kemudian mereka menyadari bahwa alternatif ini, sangat labil, karena yang dinamai "nurani" terbentuk oleh lingkungan dan latar belakang pendidikan, sehingga nurani Si A dapat berbeda dengan Si B, dan dengan demikian tolok ukur yang pasti menjadi sangat rancu.
Setelah itu lahir filsafat eksistensialisme, yang mempersilakan manusia melakukan apa saja yang dianggapnya baik, atau menyenangkan tanpa mempedulikan nilai-nilai.

Namun, itu semua tidak dapat menjadikan agama tergusur, karena seperti dikemukakan di atas ia tetap ada dalam diri manusia, walaupun keberadaannya kemudian tidak diakui oleh kebanyakan manusia itu sendiri.
Beberapa ilmuwan berpandangan bahwa, "Selama manusia masih memiliki naluri cemas dan mengharap, selama itu pula ia beragama (berhubungan dengan Tuhan)." Itulah sebabnya mengapa perasaan takut merupakan salah satu dorongan yang terbesar untuk beragama.

Ilmu mempercepat kita sampai ke tujuan, agama menentukan arah yang dituju. Ilmu menyesuaikan manusia dengan lingkungannya, dan agama menyesuaikan dengan jati dirinya. Ilmu hiasan lahir, dan agama hiasan batin. Ilmu memberikan kekuatan dan menerangi jalan, dan agama memberi harapan dan dorongan bagi jiwa. Ilmu menjawab pertanyaan yang dimulai dengan "bagaimana", dan agama menjawab yang dimulai dengan "mengapa." Ilmu tidak jarang mengeruhkan pikiran pemiliknya, sedang agama selalu menenangkan jiwa pemeluknya yang tulus.
Demikian Murtadha Muthahhari menjelaskan sebagian fungsi dan peranan agama dalam kehidupan ini, yang tidak mampu diperankan oleh ilmu dan teknologi.

Manusia terdiri dari akal, jiwa, dan jasmani. Akal atau rasio ada wilayahnya. Tidak semua persoalan bisa diselesaikan atau bahkan dihadapi oleh akal. Karya seni tidak dapat dinilai semata-mata oleh akal, karena yang lebih berperan di sini adalah kalbu. Kalau demikian, keliru apabila seseorang hanya mengandalkan akal semata-mata.
Akal bagaikan kemampuan berenang. Akal berguna saat berenang di sungai atau di laut yang tenang, tetapi bila ombak dan gelombang telah membahana, maka yang pandai berenang dan yang tidak bisa berenang sama-sama membutuhkan pelampung.

Dalam hubungannya dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, agama sesungguhnya sangat berperan, terutama jika manusia tetap ingin jadi manusia. Ambillah sebagai contoh bidang bio-teknologi. Ilmu manusia sudah sampai kepada batas yang menjadikannya dapat berhasil melakukan rekayasa genetika. Apakah keberhasilan ini akan dilanjutkan sehingga menghasilkan makhluk-makhluk hidup yang dapat menjadi tuan bagi penciptanya sendiri? Apakah ini baik atau buruk? Yang dapat menjawabnya adalah nilai-nilai agama, dan bukan seni, bukan pula filsafat.
Jika demikian, maka tidak ada alternatif lain yang dapat menggantikan agama. Mereka yang mengabaikannya, terpaksa menciptakan "agama baru" demi memuaskan jiwanya.

Dalam pandangan sementara pakar Islam, agama yang diwahyukan Tuhan, benihnya muncul dari pengenalan dan pengalaman manusia pertama di pentas bumi. 

Di sini ia memerlukan tiga hal, yaitu keindahan, kebenaran, dan kebaikan. Gabungan ketiganya dinamai suci. Manusia ingin mengetahui siapa atau apa Yang Mahasuci, dan ketika itulah dia menemukan Tuhan, dan sejak itu pula ia berusaha berhubungan dengan-Nya bahkan berusaha untuk meneladani sifat-sifat-Nya. Usaha itulah yang dinamai beragama, atau dengan kata lain, keberagamaan adalah terpatrinya rasa kesucian dalam jiwa beseorang. Karena itu seorang yang beragama akan selalu berusaha untuk mencari dan mendapatkan yang benar, yang baik, lagi yang indah.

Mencari yang benar menghasilkan ilmu, mencari yang baik menghasilkan akhlak, dan mencari yang indah menghasilkan seni.
Jika demikian, agama bukan saja merupakan kebutuhan manusia, tetapi juga selalu relevan dengan kehidupannya. Adakah manusia yang tidak mendambakan kebenaran, keindahan dan kebaikan?
Sekian kawan yang dapat saya share,semoga dapat dimengerti, kalau masih ada yang bingung bisa bertanya seputar agama dan islam di komentar aja y,, 
barakallah kawan..

Sumber : 

URL untuk link ke notes ini : 

Makna Hidup Seorang Manusia




   HIDUP ini sebuah misteri dan penuh rahasia! Manusia memiliki keterbatasan dalam memahami makna hidup. Pada umumnya, manusia tidak mengetahui banyak hal tentang sesuatu, yang mereka ketahui hanyalah realitas yang nampak saja (Q.S 30: 6-7). Tidak ada seorang pun yang tahu berapa lama ia akan hidup, di mana ia akan mati, (Q.S 31: 34) dalam keadaan apa ia akan mati, dan dengan cara apa ia akan mati, sebagian manusia menyangka bahwa hidup ini hanya satu kali dan setelah itu mati ditelan bumi. Mereka meragukan dan tidak percaya bahwa mereka akan dibangkitkan kembali setelah mati (Q.S An-Naml: 67). Adapun mengenai kepercayaan adanya kehidupan setelah mati pandangannya sangat beragam tergantung pada agama dan kepercayaan yang dipeluk dan diyakini.
   Dan Inilah Pemahaman Inti tentang makna hidup dalam Al-Quranul Karim.

1. Hidup Adalah Ibadah Pada intinya, arti hidup dalam Islam ialah ibadah. Keberadaan kita dunia ini tiada lain hanyalah untuk beribadah kepada Allah. Makna ibadah yang dimaksud tentu saja pengertian ibadah yang benar, bukan berarti hanya shalat, puasa, zakat, dan haji saja, tetapi ibadah dalam setiap aspek kehidupan kita,lahiriah dan bathiniah.
Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS Adz Dzaariyaat:56)

2. Hidup Adalah Ujian.
Allah berfirman dalam QS Al Mulk [67] : 2 : ”(ALLAH) yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”
Allah akan menguji manusia melalui hal-hal sebagai berikut sesuai dengan QS Al Baqarah [2]:155-156, yaitu : “dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah- buahan, dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.”

3. Kehidupan di Akhirat Lebih Baik dibanding Kehidupan di Dunia.
Dalam QS Ali ‘Imran [3]:14 Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman : “ dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita- wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang- binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah- lah tempat kembali yang baik (surga).“
Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman dalam QS Adh Dhuha [93]:4 : “dan sesungguhnya hari kemudian (akhirat) itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).”

4.Hidup Adalah Sementara.
Dalam QS Al Mu’min [40]:39, Allah berfirman : “Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.“
Dalam QS Al Anbiyaa [21]:35,Allah Azza wa Jalla berfirman :
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar- benarnya) dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.“
Agar Hidup Lebih Bermakna Setelah kita memahami makna hidup, maka langkah selanjutnya ialah menyelaraskan hidup dengan makna hidup tersebut. Inilah yang akan menjadikan hidup kita lebih bermakna. Jika kita salah memaknai hidup, maka apa makna yang bisa kita dapatkan dari hidup ini?
Menyelaraskan hidup dengan makna hidup diatas diantaranya dengan cara :

1. Jika hidup itu adalah ibadah, maka pastikan semua aktivitas kita adalah ibadah. Caranya ialah :
A. selalu meniatkan aktivitas kita untuk ibadah serta memperbaharuinya setiap saat karena bisa berubah.
B. pastikan apa yang kita lakukan sesuai dengan tuntunan (ibadah mahdhah) dan tidak dilarang oleh syariat (ghair mahdhah).

2. Jika hidup itu adalah ujian, maka tidak ada cara lain menyelaraskan hidup kita, yaitu menjalani hidup dengan penuh kesabaran dan sll bersyukur pada-Nya..

3. Jika kehidupan akhirat itu lebih baik, maka kita harus memprioritaskan kehidupan akhirat. Bukan berarti meninggalkan kehidupan dunia, tetapi menjadikan kehidupan dunia sebagai bekal menuju akhirat.

4. Jika hidup ini adalah sementara, maka perlu kesungguhan (ihsan) dalam beramal. Tidak ada lagi santai, mengandai-ngandai, panjang angan- angan apalagi malas karena kita hidup ini tidak selamanya.

Intinya,Bergeraklah sekarang, bertindaklah sekarang, dan berlomba-lombalah dalam kebaikan.Seungguhnya, apa yang ada dalam Al Quran, tidak diragukan kebenarannya, jika ada kesalahan itu datang dari kesalahan saya pribadi. Mudah-mudahan usaha kita memahami makna hidup menjadikan hidup kita lebih bermakna.Semoga Kalian dapat mngambil hikmah serta dapat mengamalkanya,barakallah kawan.
Sekian pengetahuan yang dapat saya Share, Semoga Kalian dapat mengambil hikmah serta dapat mengamalkanya,barakallah kawan.